Bye-bye Keringat! 3 Bahan Bedcover Adem Pilihan Ahli untuk Kita

sumber gambar: Bearaby via unsplash
Siapa di sini yang pernah mengalami dilema ini? Punya bedcover bagus, motifnya cantik, tapi baru dipakai lima menit badan sudah basah karena gerah. Rasanya rugi, ya, sudah beli mahal-mahal tapi malah berakhir jadi tumpukan kain di ujung kasur.
Negara kita memang unik. Siang hari panasnya terik, malam hari kadang tetap hangat, tapi kalau pakai AC suhu bisa menusuk tulang. Pertanyaannya, apakah kita harus menyerah pada selimut tipis polos demi kenyamanan? Tentu tidak! Kita hanya perlu tahu rahasia memilih bedcover terbaik yang memang dirancang untuk cuaca Indonesia.
Yuk, kita bongkar bagaimana caranya mendapatkan kehangatan pas tanpa drama kegerahan.
Masalah Utama Kita: Bukan Soal Ketebalan, Tapi Bahan!
Banyak yang mengira, bedcover pasti gerah karena tebal. Padahal, ketebalan itu hanya isian dakron/silikon yang memberikan volume. Penentu utama nyaman atau tidaknya bedcover adalah bahan lapisan luarnya.
Di iklim tropis, kita butuh kain yang punya tiga kemampuan super: Adem, Breathable, dan Menyerap Keringat Cepat.
Kenali Tiga Jagoan Bahan Bedcover Adem Anti Gerah
Ini dia tiga bahan yang direkomendasikan para ahli untuk mendapatkan bedcover anti gerah yang pas:
1. Katun (Si Klasik yang Tak Pernah Salah)
sumber gambar: KatarzynaBialasiewicz via iStock
Katun adalah bahan sejuta umat, dan itu bukan tanpa alasan. Keunggulan utamanya adalah kemampuan sirkulasi udara yang luar biasa (breathable).
-
Jika mencari bedcover harian yang mudah dirawat dan tidak bikin gerah, pilih Katun dengan Thread Count (kerapatan benang) sedang.
-
Pilihan premiumnya adalah Katun Jepang atau Katun Mesir—teksturnya lebih halus, seratnya lebih rapat, dan daya serapnya sangat optimal. Ini jaminan tidur nyenyak meskipun cuaca sedang panas.
2. Tencel (Serat Alam yang Sedang Naik Daun)
Tencel, atau sering disebut Lyocell, adalah serat yang berasal dari bambu atau pulp kayu. Bahan ini sering diincar sebagai bahan bedcover terbaik saat ini karena sensasinya yang dingin saat disentuh (cooling effect).
-
Tencel sangat baik dalam mengatur suhu tubuh dan kelembapan. Saat gerah, Tencel terasa dingin. Saat AC terlalu dingin, ia memberikan kehangatan ringan.
-
Sifatnya yang lembut, bahkan lebih halus dari katun, menjadikannya pilihan ideal untuk kulit sensitif dan memberikan kesan mewah ala kamar hotel bintang lima.
3. Microtex (Pilihan Ekonomis dengan Kualitas Baik)
sumber gambar: FabrikaCr via iStock
Bagi yang mencari bedcover yang ramah di kantong tanpa mengorbankan kenyamanan, Microtex adalah solusinya. Ini adalah serat sintetis generasi baru yang sangat lembut.
-
Kelebihan utama Microtex adalah kerapatan benangnya yang tinggi, membuat kain terasa halus, tidak berbulu, dan mudah dibersihkan.
-
Pilih Microtex yang ringan dan memiliki teknologi Hi-Breath atau sejenisnya. Ini akan memastikan meskipun berbahan sintetis, ia tetap memberikan sirkulasi udara yang cukup sehingga tetap terasa sebagai bedcover anti gerah.
3 Tips Ekstra Agar Bedcover Kita Awet dan Nyaman
-
Pilih Isi yang Ringan: Saat memilih bedcover, pastikan isian (dakron/silikonnya) tidak terlalu tebal. Isi yang ringan cukup untuk memberikan kehangatan lembut di malam hari, tetapi tidak menjebak panas berlebih.
-
Warna Itu Penting: Warna terang (putih, beige, pastel) menyerap panas lebih sedikit dibandingkan warna gelap. Pilihlah warna-warna ini untuk kamar di daerah yang sangat panas.
-
Perhatikan Perawatan: Di iklim lembap, jamur mudah tumbuh. Pastikan bedcover benar-benar kering setelah dicuci dan jangan menumpuknya terlalu lama di lemari. Perawatan yang tepat akan membuat bahan bedcover adem yang kita pilih tetap awet dan higienis.
Tidur yang berkualitas adalah investasi untuk hari esok yang produktif. Dengan memilih bedcover terbaik yang sesuai dengan iklim tropis Indonesia, tidak ada lagi alasan untuk terganggu oleh rasa gerah.





