Posisi Terbaik untuk AC Portabel agar Dingin Maksimal dan Nggak Boros Listrik

sumber gambar utama: axel bueckert via istockphoto.com
Banyak orang beli AC portabel karena praktis tinggal colok, nyalain, ruangan langsung adem. Tapi faktanya, posisi penempatan AC portabel itu punya pengaruh besar terhadap hasil dinginnya dan efisiensi listriknya. Kalau salah taruh, udara dingin bisa terperangkap di satu titik, atau malah bikin mesin kerja ekstra keras.
Kenapa Posisi AC Portabel Penting Banget
AC portabel nggak punya sistem pendinginan permanen kayak AC split. Udara panas dari ruangan dibuang lewat selang pembuangan (exhaust hose) ke luar ruangan. Nah, kalau kamu taruh unitnya di tempat yang salah misalnya terlalu jauh dari jendela atau menempel ke dinding proses sirkulasi udara jadi nggak lancar. Akibatnya, ruangan tetap gerah dan listrik malah boros.
Idealnya, AC portabel ditempatkan di area terbuka, minimal berjarak 30–50 cm dari dinding atau furnitur besar. Tujuannya biar udara bisa mengalir bebas ke seluruh ruangan.
Dekat Jendela = Posisi Emas
Mayoritas AC portabel punya selang pembuangan udara panas yang wajib diarahkan ke luar ruangan. Jadi, menaruh unit di dekat jendela itu posisi paling ideal. Kamu bisa pasang exhaust hose menggunakan kit bawaan (biasanya sudah disediakan untuk menutup celah jendela).
Semakin pendek jarak antara unit ke jendela, semakin efisien pembuangannya. Kalau terlalu jauh, udara panas yang harus dikeluarkan bisa mengalir balik dan malah memanaskan ruangan.
Arah Tiupan Udara Harus ke Tengah Ruangan
sumber gambar: kucherAV via istockphoto.com
Kesalahan umum lainnya adalah menaruh AC portabel di sudut ruangan dengan arah tiupan udara ke tembok atau perabot. Akibatnya, udara dingin nggak tersebar merata. Tipsnya: arahkan kisi udara (air vent) ke tengah ruangan. Kalau AC kamu punya fitur swing air, aktifkan biar hembusan anginnya berputar ke seluruh sisi ruangan.
Kalau ruanganmu besar, coba bantu dengan kipas angin kecil supaya udara dingin lebih cepat menyebar.
Jangan Lupa Cek Drainase dan Filter Udara
Selain posisi, kebersihan juga berperan penting. Air hasil kondensasi biasanya tertampung di wadah kecil di dalam unit. Pastikan posisi AC portabelmu memudahkan kamu buat nguras air itu secara berkala. Kalau wadah terlalu penuh, performa pendinginan bisa turun drastis.
Cek juga filter udaranya tiap dua minggu sekali. Kalau posisinya tertutup debu atau terhalang benda lain, udara nggak bakal keluar lancar.
Hindari Area yang Lembap dan Penuh Debu
Beberapa orang suka menaruh AC portabel di dapur atau ruang cuci, padahal tempat-tempat itu lembap dan penuh partikel kecil. Itu bisa bikin filter cepat kotor dan motor kipas bekerja lebih berat. Pilih lokasi yang kering dan bersih supaya mesin lebih awet.
Kesimpulan
sumber gambar: mario guti via istockphoto.com
AC portabel memang fleksibel, tapi tetap butuh penempatan yang tepat supaya performanya maksimal. Jauhkan dari dinding, arahkan ke tengah ruangan, dan pastikan exhaust-nya mengarah ke luar dengan benar.
Biar kamu nggak repot pindah-pindah posisi tiap kali mau dingin di ruangan mana pun, pilih Smart Portable AC yang punya desain ringkas, pipa exhaust fleksibel, dan efisiensi daya tinggi. Lihat rekomendasinya di sini!



