Jenis Bahan Kain yang Mudah Berbulu dan Cara Mengatasinya

sumber gambar utama: viktoriya telminova via istockphoto.com
Pernah nggak, baju favoritmu tiba-tiba jadi kelihatan kusam dan muncul bulu-bulu kecil setelah dicuci beberapa kali? Padahal baru dipakai sebentar, tapi teksturnya udah nggak sehalus dulu. Nah, fenomena itu disebut pilling, dan biasanya muncul di bahan kain tertentu yang memang lebih rentan terhadap gesekan dan pencucian berulang.
Kenapa Kain Bisa Berbulu?
Bulu-bulu kecil di permukaan kain muncul karena serat-serat halusnya saling bergesekan, lalu menggumpal jadi bola-bola kecil. Proses ini bisa dipicu oleh beberapa hal mulai dari cara mencuci, cara menjemur, sampai jenis bahan kain itu sendiri.
Kalau kamu sering mencampur pakaian lembut dengan bahan kasar di mesin cuci, kemungkinan besar bakal muncul serat halus di beberapa area tertentu, terutama bagian siku, leher, atau bawah baju.
Jenis Bahan Kain yang Mudah Berbulu
sumber gambar: fotoduets via istockphoto.com
Nggak semua kain punya daya tahan sama terhadap gesekan. Beberapa jenis kain cenderung lebih mudah berbulu karena seratnya lembut atau longgar.
Katun
Kain katun nyaman banget dipakai sehari-hari, tapi serat alaminya gampang terlepas kalau sering dicuci pakai mesin cuci. Terutama kalau kualitas benangnya nggak terlalu rapat.Wol
Bahan wol dikenal hangat dan tebal, tapi juga salah satu yang paling mudah muncul pilling. Gesekan antar serat wol bisa bikin bola-bola kecil muncul di permukaannya.Polyester dan campurannya
Kain sintetis seperti polyester memang kuat, tapi kalau dicampur dengan serat alami (misalnya katun), permukaannya bisa cepat kasar dan berbulu.Rayon atau viscose
Bahan ini halus dan ringan, tapi kurang tahan terhadap gesekan dan panas. Itulah kenapa baju rayon sering cepat terlihat kusam setelah dicuci beberapa kali.Knitwear (rajutan)
Sweater atau kaus berbahan knit sangat rentan berbulu karena strukturnya longgar. Gesekan ringan aja bisa memicu benang keluar dari jalur rajutan.
Tips Biar Pakaian Nggak Cepat Berbulu
Kalau kamu pengen baju tetap halus dan terlihat baru, coba beberapa kebiasaan kecil ini:
Balik pakaian sebelum dicuci supaya bagian luar nggak langsung tergesek.
Hindari mencuci terlalu banyak pakaian sekaligus dalam satu putaran mesin.
Gunakan deterjen lembut dan mode cuci ringan.
Jangan disetrika dengan suhu terlalu panas, karena bisa melemahkan serat kain.
Selain itu, kamu juga bisa pisahkan bahan lembut seperti katun dan rayon dari bahan denim atau jaket tebal. Kombinasi dua tekstur ekstrem itu biasanya jadi penyebab utama munculnya bulu kecil.
Lint Remover, Solusi Praktis Biar Kain Tetap Halus
sumber gambar: towfiqu ahamed via istockphoto.com
Kalau pakaian udah terlanjur berbulu, kamu nggak perlu langsung buang atau disikat kasar. Sekarang ada alat sederhana yang bisa bantu: lint remover. Alat ini bisa mengangkat serat-serat kecil di permukaan kain tanpa merusak bahan.
Kelebihan lint remover adalah hasilnya instan dan aman untuk hampir semua jenis bahan, termasuk katun, wol, dan knitwear. Bentuknya juga compact, jadi gampang dibawa ke mana-mana.
Kamu bisa pakai lint remover buat baju kerja, jaket, atau bahkan seprai intinya, apapun yang mulai kelihatan kusam. Dalam beberapa detik aja, pakaian bisa kelihatan lebih rapi dan bersih seperti baru.
Penutup
Pakaian yang berbulu itu bukan tanda kualitasnya jelek, tapi lebih ke cara perawatan yang kurang tepat. Dengan tahu bahan-bahan yang rentan dan cara merawatnya, kamu bisa bikin baju tetap awet, halus, dan nyaman dipakai lama.
Kalau pakaian kamu mulai tampak kusam atau berbulu, jangan langsung disikat. Gunakan lint remover biar kain tetap halus dan tampil seperti baru setiap hari.




