Ada Lho Buah yang Cocok dan Nggak Cocok Dijus, Ini Penjelasannya

sumber gambar utama: rosshelen via istockphoto.com
Banyak orang mikir semua buah bisa langsung dijus asal ada blender. Padahal nggak sesimpel itu, lho. Tiap buah punya tekstur, kadar air, dan serat yang beda. Kalau asal campur, hasil jus bisa aneh terlalu kental, seratnya menggumpal, atau bahkan nggak enak diminum.
Nah, biar jus kamu tetap segar, halus, dan bernutrisi, yuk kenali buah mana yang cocok dijus, mana yang sebaiknya nggak.
Buah yang Cocok Dijus dengan Blender Juicer
Blender juicer itu cocok buat kamu yang pengen hasil cepat dan tekstur agak kental. Buah-buah dengan kadar air tinggi paling ideal diproses pakai alat ini.
Contohnya:
Jeruk dan semangka: Kandungan airnya tinggi, jadi gampang halus waktu diblender.
Nanas: Seratnya nggak terlalu keras, hasil jusnya tetap segar tanpa sisa ampas banyak.
Apel dan pir: Teksturnya lembut tapi masih padat, hasil jusnya manis dan halus.
Kelebihan pakai blender juicer, kamu bisa campur buah dan sayur sekaligus. Cuma, hasilnya cenderung lebih berserat karena ampasnya masih ikut ke jus. Kalau kamu suka jus yang “kenyangin” dan agak creamy, alat ini udah paling pas.
Buah dan Sayuran yang Cocok untuk Slow Juicer
sumber gambar: liliboas via istockphoto.com
Slow juicer bekerja dengan sistem perasan pelan tanpa panas tinggi, jadi nutrisi buah tetap terjaga. Alat ini cocok buat kamu yang pengen hasil jus jernih, lembut, dan lebih tahan lama.
Buah yang paling cocok untuk slow juicer:
Apel dan wortel: Teksturnya keras tapi bisa diperas maksimal tanpa ampas tebal.
Bit dan seledri: Kandungan gizinya tinggi, dan slow juicer bantu ekstraksi sari secara optimal.
Anggur dan delima: Butuh tekanan lembut biar rasa dan vitamin tetap terjaga.
Jadi, kalau kamu tipe yang suka “juice cleanse” atau fokus ke nutrisi alami, slow juicer jelas lebih unggul.
Buah yang Kurang Cocok Dijus
Sekarang masuk ke bagian yang sering bikin salah paham: nggak semua buah bisa dijus. Ada beberapa buah yang teksturnya terlalu lembek atau kadar airnya terlalu sedikit, jadi malah bikin jus susah diolah.
Contohnya:
Pisang: Terlalu lembek, bikin jus terlalu kental dan susah diminum.
Alpukat: Kandungan lemak sehatnya tinggi, tapi teksturnya kayak puree. Lebih cocok buat smoothie.
Nangka dan durian: Seratnya kasar dan lengket, bikin blender gampang macet.
Kalau kamu tetap pengen minum “jus” dari buah-buah ini, mending pakai resep smoothie atau milkshake aja. Campur susu atau yogurt biar hasilnya lebih enak dan nggak terlalu padat.
Tips Biar Hasil Jus Maksimal
Gunakan buah yang matang sempurna, jangan terlalu lembek.
Potong kecil biar mesin nggak cepat panas.
Campur buah berair tinggi dengan yang padat biar tekstur seimbang.
Cuci alat segera setelah dipakai, apalagi kalau kamu pakai slow juicer (biar ampas nggak nempel).
Blender Juicer vs Slow Juicer, Pilih yang Mana?
Kalau kamu tipe yang sibuk dan pengen jus cepat, blender juicer udah cukup banget. Tapi kalau kamu fokus ke hasil jus yang jernih, halus, dan nutrisinya tetap utuh, slow juicer lebih worth it buat investasi jangka panjang.
Dua-duanya punya keunggulan sendiri tinggal sesuaikan sama kebutuhan dan kebiasaan kamu.
Kesimpulan
sumber gambar: seventyfour via istockphoto.com
Nggak semua buah cocok dijus, dan alat yang kamu pakai juga pengaruh besar ke hasil akhirnya. Buah seperti jeruk, apel, dan nanas oke banget dijus, sementara pisang atau alpukat lebih baik dijadikan smoothie. Kalau kamu mau hasil jus paling fresh, tinggal tentuin: mau cepat pakai blender juicer, atau mau hasil maksimal pakai slow juicer.
Pilih alat yang paling cocok buat gaya hidup kamu mau cepat dan praktis dengan blender juicer, atau hasil maksimal dengan slow juicer, cek koleksi produknya di sini!



