Stop Sakit di Telinga dengan Pilih Earpad Headset yang Bikin Betah Main

sumber gambar: Yan Krukau via unsplash
Semua gamer pasti tahu rasanya. Main game kompetitif di laptop, sudah kill banyak, tapi tiba-tiba konsentrasi buyar gara-gara telinga mulai panas, perih, bahkan sakit. Ini penyakit khas para pengguna headphone over-ear atau headset gaming yang dipakai berjam-jam.
Masalahnya bukan ada di headphone-nya, tapi seringkali ada di bahan earpad atau bantalan telinga yang menempel di kulit.
Jika TWS atau earphone membuat lubang telinga pegal, maka headset over-ear membuat telinga terasa seperti dipanggang. Solusinya? Jangan cari headset baru dulu. Kenali dulu 3 bahan earpad utama ini.
1. PU Leather (Protein Leather)
sumber gambar: carlosalvarez via iStock
Ini adalah bahan pelapis earpad yang paling banyak ditemukan di pasaran. Sering disebut juga kulit sintetis.
Kenapa Populer?
-
Isolasi Suara Terbaik: Karena permukaannya tertutup rapat dan tidak berpori, bahan ini sangat baik dalam meredam suara dari luar (noise isolation). Bass yang dihasilkan pun terdengar lebih kuat dan mendalam (punchy).
-
Perawatan Mudah: Bersihkan saja dengan lap basah, beres! Tidak gampang menyerap keringat dan bau.
Tapi Ada Konsekuensinya:
-
Sangat Panas: Ini kelemahan terbesarnya. Karena tidak ada sirkulasi udara, telinga cepat gerah dan berkeringat, apalagi saat sesi gaming yang intens.
-
Risiko Mengelupas: Seiring waktu dan paparan keringat, bahan PU Leather ini rentan pecah-pecah dan mengelupas.
Cocok untuk: Gamer yang mencari isolasi suara total dan sering bermain di ruangan ber-AC.
2. Velour (Kain Beludru)
Nah, ini adalah "penyelamat" bagi telinga yang sensitif terhadap panas. Velour adalah bahan kain lembut, sering kali merupakan turunan dari katun, yang memberikan kenyamanan maksimal.
Kelebihan Jadi Pilihan Gamer:
-
Sirkulasi Udara Maksimal: Bahan ini berpori, memungkinkan udara bersirkulasi. Ucapkan selamat tinggal pada telinga yang terasa seperti oven! Ini adalah kunci untuk headset gaming yang nyaman dipakai lama.
-
Sangat Lembut: Teksturnya halus di kulit, minim risiko iritasi. Membuat sesi gaming berjam-jam terasa lebih nyaman.
-
Soundstage Lebih Luas: Secara karakteristik audio, bahan velour menghasilkan soundstage yang lebih terbuka dan natural.
Kekurangan yang Perlu Diketahui:
-
Isolasi Suara Menurun: Karena berpori, suara dari luar bisa sedikit masuk, dan suara game juga bisa bocor keluar.
-
Perawatan Sulit: Keringat dan kotoran lebih mudah terserap ke dalam serat kain. Perlu dibersihkan secara rutin agar tidak bau.
Cocok untuk: Gamer yang mengutamakan kenyamanan, anti-gerah, dan bermain di lingkungan yang relatif tenang.
3. Mesh (Kain Jaring/Breathable Fabric)
sumber gambar: Soginoto via unsplash
Bahan ini mirip dengan velour dari segi fungsi, tetapi biasanya lebih tipis dan terasa seperti jaring. Material ini dirancang khusus untuk memaksimalkan aliran udara. Beberapa merek premium bahkan menggunakan campuran bahan ini dengan Memory Foam di bagian dalamnya.
Keunggulan Utama:
-
Paling Adem: Sirkulasi udaranya paling baik di antara ketiganya.
-
Nyaman & Ringan: Memberikan tekanan yang lebih merata dan ringan di sekitar telinga.
Tips Cepat Sebelum Membeli Headset:
-
Cek Busa Bagian Dalam (Memory Foam): Earpad terbaik tidak hanya bagus di luarnya. Pastikan busa di dalamnya adalah Memory Foam yang adaptif. Busa ini akan menyesuaikan dengan kontur kepala, mengurangi tekanan, dan membuat headset terasa pas seperti sarung tangan.
-
Pilih Over-Ear, Bukan On-Ear: Pastikan headset pilihan benar-benar melingkupi telinga, bukan menekannya (over-ear). Ini mencegah sakit pada tulang rawan telinga, masalah utama yang membuat telinga cepat pegal.
-
Ketahui Prioritas: Jika sering push rank di kafe atau tempat ramai, pilih PU Leather. Jika 99% main di rumah, prioritaskan Velour atau Mesh demi kenyamanan dan anti-gerah.
Dengan memilih bahan earpad yang tepat, fokus gaming dijamin kembali 100%. Tidak ada lagi alasan "telapak telinga kepanasan" saat kalah duel!





