Awas Tinnitus! Kenali Batas Volume & Durasi Pakai Headphone Yang Pas

user avatar
aldea·10/24/2025T07:54Z
点赞
Awas Tinnitus! Kenali Batas Volume & Durasi Pakai Headphone Yang Pas

sumber gambar: Franco Antonia Giovanella via unsplash

Headphone dan TWS sudah jadi benda wajib. Mulai dari dengerin musik biar semangat sampai online meeting yang butuh total fokus. Praktis memang, tapi ada satu hal yang sering diabaikan: kesehatan pendengaran.

Telinga kita punya sel rambut halus yang super sensitif. Kalau terpapar suara terlalu keras (di atas 85 desibel) atau terlalu lama, sel-sel ini bisa rusak, dan sayangnya, kerusakannya seringkali permanen. Akibatnya? Mulai dari tinnitus (telinga berdenging) hingga kerusakan pendengaran serius.

Sebelum terlambat, yuk kita ubah kebiasaan buruk jadi penggunaan headphone yang bijak.

1. Aturan Emas "60/60" Wajib Tahu

Ini adalah formula paling ampuh dari para ahli untuk menjamin headphone aman dipakai sehari-hari:

  • Volume Maksimal 60%: Jaga volume audio kita tidak lebih dari 60% kapasitas maksimal perangkat. Jika saat memakai headphone kita tidak bisa mendengar orang bicara di samping, itu tandanya volume sudah melewati batas aman.

  • Durasi Maksimal 60 Menit: Batasi pemakaian headphone tidak lebih dari 60 menit per sesi. Setelah satu jam, lepaskan dan istirahatkan telinga minimal 5-10 menit. Ini memberi waktu bagi sel-sel telinga untuk pulih. Terapkan aturan 60/60 ini sebagai kebiasaan baru.

2. Kenali Musuh Volume: Bising Lingkungan

a2f87cbf-1c9d-44bd-8a6e-f2e623e952f3.jpeg

sumber gambar: Ketut Subiyanto via unsplash

Seringkali kita menaikkan volume drastis karena suasana di luar bising (di bus, kereta, atau kafe). Ini bahaya ganda!

Solusinya bukan melawan bising dengan volume, tapi meredamnya. Pilihlah headphone atau TWS yang dilengkapi fitur Active Noise Cancelling (ANC). Fitur ANC meredam suara luar, sehingga kita bisa menikmati audio dengan volume yang lebih pelan dan aman.

Selain itu, pertimbangkan jenis headphone. Headphone over-ear umumnya dianggap lebih aman daripada earbud karena suara tidak ditembakkan terlalu dekat ke gendang telinga.

3. Jaga Kebersihan, Jauhi Infeksi Telinga

Earphone yang dimasukkan ke liang telinga bisa menghalangi sirkulasi udara dan menjadi tempat ideal bagi bakteri. Risiko infeksi telinga bisa meningkat jika kita memakainya terlalu lama atau tidak menjaga kebersihannya.

  • Bersihkan Rutin: Usap ear tip atau bantalan headphone secara rutin.

  • Stop Pinjam-Meminjam: Bakteri mudah berpindah. Jangan bagi pakai earphone dengan siapa pun.

4. Waspada Tanda Bahaya

802cb3ff-03d8-4a17-a39d-8c6e5a243e2b.jpeg

sumber gambar: Gerd Altmann via unsplash

Telinga kita akan memberi sinyal. Jika sering merasakan tinnitus (berdenging), pusing, atau telinga terasa "mati rasa" setelah menggunakan headphone, itu adalah alarm serius! Jangan diabaikan.

Penggunaan headphone memang mempermudah hidup. Tapi ingat, pendengaran yang sehat adalah investasi seumur hidup. Mulai sekarang, pakai headphone dengan bijak!

Artikel TerbaruLihat lebih banyak

sumuber gambar: energepic.com via pexelsSiapa bilang tampil keren dengan teknologi terbaru harus merogoh kocek jutaan rupiah? Saat ini banyak tersedia alternatif smartwatch murah yang desainnya tidak kalah elegan dari brand besar seperti Ap
Cuma 200 Ribuan! Ini 3 Smartwatch Murah dengan Fitur Bluetooth Call dan Sensor Kesehatan Akurat
Sumber gambar utama: olezzo via iStockModem wifi menjadi alat utama saat kamu menjalani WFA karena semua pekerjaan bergantung pada koneksi internet yang stabil. Banyak orang merasa sudah cukup hanya dengan menyalakan perangkat tanpa memaham
01/13/2026T04:44Z
5 Kesalahan Penggunaan Modem WIFI Saat WFA
sumber gambar: YouTubeBagi para penggiat aktivitas luar ruang, memilih perangkat yang tangguh di pergelangan tangan bukan sekadar soal gaya saja. Memilih instrumen yang tepat antara Amazfit T-Rex 3 dan varian Pro menjadi krusial karena seti
Amazfit T-Rex 3 vs T-Rex 3 Pro, Mana Smartwatch Outdoor Terbaik untuk Petualanganmu?