Penyebab Kerusakan Umum pada Mesin Cuci Top Load dan Cara Mencegahnya

sumber gambar utama: pkhancana via istockphoto.com
Mesin cuci top load sering jadi pilihan karena praktis, muat banyak, dan gampang dioperasikan. Tapi seperti peralatan elektronik lain, mesin cuci juga bisa rusak kalau penggunaannya asal. Banyak orang baru sadar setelah mesin mulai bunyi aneh atau nggak mau muter sama sekali. Yuk bahas satu per satu biar kamu bisa tahu apa penyebabnya dan gimana cara mencegahnya.
1. Mesin Cuci Tidak Mau Berputar
Masalah paling umum di mesin cuci top load adalah tabung yang nggak mau berputar. Ini bisa disebabkan oleh beban cucian yang terlalu banyak, sabuk penggerak (belt) yang longgar, atau motor yang sudah melemah. Kadang juga karena penutup atas tidak tertutup rapat — beberapa model punya sensor pengaman yang bikin mesin berhenti otomatis kalau tutup belum terkunci sempurna.
Kalau kamu sering mencuci selimut atau jeans berat sekaligus, ini bisa mempercepat keausan motor. Solusinya sederhana: pisahkan cucian berat dan atur kapasitas sesuai anjuran di buku panduan.
2. Air Tidak Mengalir atau Tidak Keluar Saat Dibuang
Masalah ini sering bikin frustrasi. Umumnya disebabkan oleh sumbatan di selang air masuk atau keluar. Bisa karena kotoran, serat kain, atau kerak sabun yang menumpuk. Kadang juga karena pompa pembuangan rusak.
Untuk mencegahnya, bersihkan filter dan selang secara rutin minimal dua minggu sekali kalau kamu sering mencuci. Jangan lupa pastikan posisi selang pembuangan tidak tertekuk karena bisa menghambat aliran air.
3. Mesin Berisik Saat Berputar
sumber gambar: esa hiltula via istockphoto.com
Kalau mesin cuci tiba-tiba mengeluarkan suara berisik seperti logam bergesekan, itu tanda ada yang salah. Penyebabnya bisa karena baut dudukan drum longgar, beban cucian tidak seimbang, atau bantalan drum (bearing) mulai aus.
Cara cepat mengeceknya: jalankan mesin tanpa beban dan dengarkan suaranya. Kalau tetap berisik, kemungkinan besar masalah ada di bagian dalam dan perlu diservis. Tapi kalau hilang, kamu cukup perhatikan distribusi cucian agar seimbang di setiap sisi drum.
4. Cucian Masih Kotor Setelah Dicuci
Kalau hasil cucian tetap kusam meski sudah dicuci dua kali, bisa jadi masalahnya ada di sisa sabun dan air kotor yang nggak terbuang sempurna. Penyebab lainnya: tabung bagian dalam sudah kotor oleh kerak dan jamur.
Kamu bisa jalankan mode tub clean (kalau ada), atau gunakan campuran air hangat dan cuka untuk membersihkan drum secara manual. Hindari pemakaian deterjen berlebihan karena justru meninggalkan residu.
5. Mesin Tidak Menyala Sama Sekali
Kalau tombol daya sudah ditekan tapi mesin tetap diam, periksa dulu sumber listriknya. Colokan longgar atau kabel tertekuk juga bisa jadi biang kerok. Tapi kalau listrik normal, besar kemungkinan ada masalah di modul kontrol atau fuse yang putus.
Masalah jenis ini lebih aman diserahkan ke teknisi resmi. Jangan bongkar sendiri kalau kamu nggak paham kelistrikannya, karena bisa bikin kerusakan makin parah.
Tips Agar Mesin Cuci Top Load Lebih Awet
sumber gambar: vivian1623 via istockphoto.com
Gunakan sesuai kapasitas. Overload bikin motor cepat panas dan belt mudah aus.
Bersihkan filter dan drum secara rutin untuk mencegah sumbatan.
Gunakan deterjen khusus mesin cuci, bukan sabun cuci biasa.
Jaga posisi mesin tetap rata agar getaran tidak merusak komponen dalam.
Beri waktu istirahat setelah beberapa siklus mencuci.
Mesin cuci top load bisa tahan bertahun-tahun kalau dirawat dengan benar. Tapi kalau sudah terlalu sering bermasalah, mungkin waktunya ganti dengan yang lebih efisien dan hemat listrik.
Rawat mesin cucimu dengan baik dan ganti dengan mesin cuci top load berkualitas jika sudah rusak parah. Lihat rekomendasi produknya di sini!



