Gamepad Simetris vs. Asimetris? Pilih Desain Controller Ternyamanmu!

sumber gambar: Julia M Cameron via pexels
Ketika memilih controller universal yang andal, mayoritas fokus pada kompatibilitas dan fitur canggih seperti Hall Effect atau back buttons. Padahal, ada satu detail desain yang paling menentukan kenyamanan jangka panjang: posisi stik analog.
Ini adalah perdebatan klasik yang membagi gamer menjadi dua kubu besar: Tim Simetris (Gaya PlayStation) dan Tim Asimetris (Gaya Xbox). Memahami perbedaan ergonomi ini adalah kunci untuk menemukan gamepad lintas platform yang benar-benar pas di tangan.
Stik Simetris: Klasik dan Seimbang
sumber gambar: Garrett Morrow via pexels
Controller simetris—seperti Sony DualSense—menempatkan kedua stik analog sejajar di bagian bawah controller. Desain ini sering disebut "Simetris" karena semua elemen inti (D-pad dan Tombol Aksi) diletakkan di atas, dan stik analog diletakkan di bawah, menciptakan keseimbangan visual yang rapi.
Kelebihan:
-
Jangkauan D-Pad Cepat: Untuk gamer yang sering bermain fighting game atau retro game yang mengandalkan D-pad, desain ini membuat D-pad mudah dijangkau dengan ibu jari kiri tanpa perlu pergerakan tangan berlebihan.
-
Posisi Santai: Posisi stik yang berdampingan dianggap lebih natural saat jari istirahat.
Namun, beberapa gamer merasa posisi stik yang berdampingan kurang ergonomis saat harus menggunakan kedua stik analog secara intensif, misalnya pada game FPS atau Action-RPG 3D.
Stik Asimetris: Kenyamanan untuk Jari Jempol
sumber gambar: Mahavir Shah via pexels
Sebaliknya, controller asimetris—dipopulerkan oleh Xbox—menempatkan stik analog kiri lebih tinggi (di tempat D-pad), sementara stik analog kanan tetap di bawah. Desain ini sering dipilih sebagai controller PC terbaik karena dianggap memberikan kenyamanan superior.
Kelebihan:
-
Ergonomi Alami: Posisi stik kiri yang lebih tinggi mengikuti posisi istirahat alami ibu jari kiri, terutama saat stik tersebut digunakan sebagai kontrol utama pergerakan.
-
Dominasi Stik: Desain ini mengasumsikan stik analog (untuk movement dan kamera) adalah input yang paling sering digunakan, sehingga diposisikan di tempat yang paling mudah dijangkau.
Banyak gamer universal yang memainkan game 3D secara reguler menganggap desain asimetris lebih unggul untuk sesi gaming yang panjang.
Controller Universal: Solusi Modular
Produsen controller universal tahu betul dilema ini. Beberapa brand menawarkan solusi canggih: controller modular seperti Victrix Pro BFG atau beberapa model Razer. Controller ini memungkinkan pengguna menukar modul D-pad dan stik analog, mengubah controller dari Simetris menjadi Asimetris (dan sebaliknya) sesuai preferensi pribadi.
Pada akhirnya, tidak ada desain yang benar-benar "terbaik." Yang ada hanya desain paling nyaman untuk tangan dan genre game yang dimainkan. Ketika mencari controller gaming baru, sangat disarankan untuk merasakan kedua desain ini sebelum membuat keputusan akhir.



