Bukan Sekadar Pelukan, Ini Manfaat Ilmiah dan Psikologis Wajib Punya Guling di Kamar

sumber gambar: Krishna Tedjo via iStock
Siapa yang merasa tidurnya kurang lengkap tanpa memeluk guling? Bagi banyak orang Indonesia, bantal berbentuk silinder ini bukan sekadar aksesoris, melainkan teman tidur yang sangat esensial.
Tapi tahukah jika kebiasaan memeluk guling ini menyimpan rahasia ilmiah yang berdampak langsung pada kualitas tidur dan kesehatan? Mari kita bongkar kenapa si silinder ini jadi kunci tidur nyenyak.
1. Kunci Postur Tidur Sempurna (Fisik)
sumber gambar: FilippoBacci via iStock
Banyak dari kita terbiasa tidur menyamping. Sayangnya, posisi tidur miring yang salah tanpa penyangga bisa menyebabkan masalah serius pada tulang belakang.
-
Penyelamat Tulang Belakang: Saat tidur miring tanpa guling, lutut dan pinggul bagian atas cenderung merosot ke bawah. Ini membuat tulang belakang berputar dan tidak sejajar (tidak lurus), yang memicu nyeri punggung bawah, pinggang, hingga linu panggul.
-
Posisi Ideal: Dengan meletakkan bantal guling di antara kedua lutut dan memeluknya, guling berfungsi sebagai spacer (pemisah). Ia menjaga agar lutut tetap sejajar, menopang pinggul, dan yang terpenting: menjaga tulang belakang tetap lurus sempurna.
-
Bonus Kesehatan: Postur yang baik ini otomatis membantu melancarkan peredaran darah, meredakan ketegangan otot, dan bahkan membantu mengurangi kebiasaan mendengkur (ngorok) karena saluran napas lebih terbuka saat posisi miring.
Inti Ilmiah: Guling bertindak sebagai perangkat ortopedi sederhana yang memastikan keselarasan tulang belakang, menjadikannya solusi efektif untuk mengurangi risiko nyeri punggung dan pinggang.
2. Pelepasan Hormon Bahagia (Psikologis)
sumber gambar: geargodz via iStock
Ada alasan mengapa memeluk guling terasa sangat nyaman dan membuat kita cepat rileks. Ini adalah respons biologis!
-
Terapi Pelukan: Kontak fisik, bahkan dengan benda mati seperti guling, dapat merangsang pelepasan oksitosin dari otak. Oksitosin sering dijuluki "hormon cinta" atau "hormon tenang".
-
Redakan Stres dan Kecemasan: Begitu oksitosin dilepaskan, kadar hormon stres (kortisol) dalam tubuh akan menurun. Sensasi memeluk memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian, mirip seperti saat kita dipeluk orang terkasih. Ini sangat membantu meredakan kecemasan dan membuat pikiran lebih tenang menjelang tidur.
-
Transisi Masa Kecil: Kebiasaan ini juga bisa berakar dari masa kecil, di mana guling atau boneka berfungsi sebagai objek transisional—benda yang memberikan rasa aman saat anak harus tidur tanpa kehadiran orang tua.
Inti Psikologis: Memeluk guling memberikan sinyal kepada otak bahwa segalanya aman dan waktunya untuk beristirahat, memicu ketenangan dan mempercepat transisi menuju tidur nyenyak berkualitas.
3. Solusi Cepat untuk Masalah Pencernaan
Guling juga terbukti sangat membantu bagi mereka yang memiliki masalah lambung, seperti GERD (asam lambung naik).
-
Tidur Miring Kiri: Dokter sering menyarankan penderita GERD untuk tidur miring ke kiri. Posisi ini membantu menjaga lambung tetap berada di bawah kerongkongan, sehingga asam lambung lebih sulit naik.
-
Penahan Posisi: Guling sangat berguna untuk mempertahankan posisi tidur miring ke kiri ini sepanjang malam, sehingga tidur tetap nyaman dan gejala GERD bisa diredakan.
Guling bukanlah sekadar keunikan budaya kita; ia adalah investasi cerdas untuk kesehatan fisik dan mental. Jadi, jika ada yang bertanya kenapa tidur harus memeluk guling, jawabannya: karena tubuh dan pikiran kita memang membutuhkannya untuk mencapai tidur berkualitas seutuhnya!






