5 Kesalahan Umum Saat Menggunakan Alat Penyedot Komedo

Sumber gambar utama: dimarik via iStock
Membersihkan wajah dari komedo memang jadi ritual wajib bagi banyak orang, apalagi buat kamu yang pengen punya kulit halus dan bebas pori-pori tersumbat. Salah satu cara praktis yang kini lagi populer adalah menggunakan alat penyedot komedo.
Namun, meskipun alat ini terlihat simpel dan efisien, masih banyak orang yang salah dalam menggunakannya hingga malah bikin kulit jadi rusak. Nah, biar kamu nggak salah langkah, yuk simak lima kesalahan umum saat memakai alat penyedot komedo berikut ini!
1. Menggunakan Alat Saat Wajah Masih Kering
Kesalahan paling sering terjadi adalah langsung menggunakan alat penyedot komedo tanpa mempersiapkan kulit terlebih dahulu. Padahal, kulit kering dan pori-pori yang belum terbuka bisa membuat proses penyedotan jadi tidak efektif. Komedo justru makin sulit keluar dan kulit bisa iritasi.
Sebaiknya, sebelum mulai menggunakan alat ini, kamu buka dulu pori-pori wajah dengan cara mengompres wajah menggunakan handuk hangat selama 5–10 menit. Langkah ini membantu melunakkan komedo dan mempermudah proses penyedotan tanpa harus menarik kulit terlalu keras.
2. Menyetel Daya Sedot Terlalu Kuat
Sumber gambar: dimarik via iStock
Kamu mungkin berpikir bahwa semakin kuat daya sedotnya, semakin bersih hasilnya. Tapi kenyataannya, justru sebaliknya! Daya sedot yang terlalu tinggi bisa membuat kulit memar, merah, bahkan menyebabkan pembuluh darah kecil pecah.
Gunakan level sedotan yang rendah terlebih dahulu, apalagi kalau ini pertama kalinya kamu mencoba alat penyedot komedo. Jika dirasa kulit sudah terbiasa, baru tingkatkan perlahan daya hisapnya. Ingat, kulit wajah itu sensitif dan butuh perlakuan lembut.
3. Menggunakan di Area yang Sama Terlalu Lama
Banyak yang tidak sadar kalau menempelkan blackhead remover di area yang sama dalam waktu lama bisa menyebabkan iritasi dan luka ringan. Alat ini bekerja dengan tekanan negatif, jadi jika digunakan terlalu lama di satu titik, risiko kulit melepuh bisa meningkat.
Cukup arahkan alat selama 2–3 detik di setiap bagian wajah, lalu geser perlahan ke area lain. Gerakan lembut namun menyeluruh lebih efektif dibanding menempelkan alat terlalu lama di satu area.
4. Tidak Membersihkan Alat Setelah Digunakan
Sumber gambar: Stanislav Maliarevskyi via iStock
Setelah selesai menggunakan alat penyedot komedo, banyak orang lupa membersihkannya. Padahal, sisa minyak dan kotoran yang menempel bisa menjadi sarang bakteri. Jika digunakan lagi tanpa dibersihkan, bakteri ini bisa berpindah ke kulit dan menimbulkan jerawat baru.
Pastikan kamu mencuci kepala alat (nozzle) dengan air hangat dan sabun antibakteri setelah setiap pemakaian. Beberapa alat bahkan memiliki komponen yang bisa dilepas, jadi pastikan semua bagian benar-benar kering sebelum digunakan kembali.
5. Tidak Mengikuti dengan Perawatan Setelahnya
Kesalahan terakhir yang sering diabaikan adalah tidak melakukan perawatan setelah menggunakan alat penyedot komedo. Padahal, setelah proses penyedotan, pori-pori wajah masih terbuka dan rentan kemasukan debu serta bakteri.
Gunakan toner untuk membantu menutup pori-pori, lalu aplikasikan pelembap ringan agar kulit tetap terhidrasi. Jika kamu ingin hasil yang lebih maksimal, gunakan masker wajah berbahan clay atau soothing gel setelah proses pembersihan untuk menenangkan kulit.
Menggunakan alat penyedot komedo memang bisa jadi solusi praktis untuk membersihkan pori-pori, asalkan kamu tahu cara yang benar. Hindari kesalahan-kesalahan di atas agar kulitmu tetap sehat dan bersih tanpa efek samping.
Kalau kamu sedang mencari alat penyedot komedo terbaik dengan harga bersaing, kamu bisa coba cek berbagai pilihan produknya di KuyBeli. Melalui KuyBeli, kamu bisa menemukan produk incaranmu beserta harga dan penawaran terbaiknya dari berbagai e-commerce hanya dalam satu platform saja. Jadi, kamu tidak perlu repot membuka banyak aplikasi, deh. Tunggu apa lagi? Yuk, langsung saja kunjungi website KuyBeli sekarang juga!



