Cara Membersihkan Air Cooler yang Benar Biar Udara Tetap Dingin dan Nggak Bau

sumber gambar utama: kate korolova via istockphoto.com
Pernah ngerasa udara dari air cooler kamu makin lama makin nggak segar atau malah lembap dan bau apek? Tenang, belum tentu rusak kok. Bisa jadi karena kamu belum rutin bersihin bagian dalamnya. Air cooler beda dari kipas angin biasa ada sistem sirkulasi air di dalamnya yang bisa nyimpen debu, jamur, dan sisa air kalau nggak dirawat.
Di artikel ini, kita bakal bahas cara membersihkan air cooler yang benar biar anginnya tetap sejuk, nggak bau, dan awet dipakai dalam jangka panjang.
Kenapa Air Cooler Perlu Dibersihkan Secara Rutin
Air cooler itu bekerja dengan sistem evaporasi air. Artinya, udara panas bakal dilewatin lewat media yang lembap, kayak cooling pad, biar keluar jadi udara lebih sejuk. Nah, karena sistemnya melibatkan air, otomatis ada potensi tumbuhnya jamur dan penumpukan mineral dari air yang dipakai. Kalau dibiarkan, udara yang keluar jadi lembap, berbau, bahkan bisa bikin alergi atau ganggu pernapasan.
Idealnya, air cooler dibersihin minimal dua minggu sekali, atau seminggu sekali kalau sering dipakai di ruangan tertutup.
Bagian Air Cooler yang Wajib Dibersihkan
sumber gambar: kate korolova via istockphoto.com
Sebelum mulai, pastikan air cooler kamu dalam keadaan mati dan colokan listriknya dicabut. Berikut bagian yang perlu kamu perhatikan:
Tangki Air
Tangki ini sering jadi sumber bau karena air yang tersisa bisa basi atau berjamur. Kosongin tangki, cuci pakai sabun cair lembut, lalu bilas sampai bersih. Pastikan nggak ada sisa air tertinggal.Cooling Pad
Ini bagian paling penting. Cooling pad yang kotor bisa bikin udara keluar jadi lembap dan berbau. Lepas dan bilas pakai air bersih, lalu jemur sampai kering. Hindari nyikat terlalu keras biar nggak rusak.Filter Udara dan Kipas
Filter biasanya nyaring debu sebelum udara masuk ke sistem pendinginan. Bersihin pakai sikat lembut atau sedot pakai vacuum cleaner kecil. Kalau udah rusak, sebaiknya ganti baru.Bodi dan Ventilasi Luar
Lap bagian luar pakai kain lembap biar debu nggak menumpuk. Jangan lupa bersihin ventilasi anginnya karena sering jadi tempat debu nyangkut.
Tips Biar Udara dari Air Cooler Tetap Segar
Selain bersihin rutin, kamu bisa ikutin tips berikut biar performa air cooler makin maksimal:
Gunakan air bersih atau air mineral untuk isi tangki, biar mineral nggak numpuk di cooling pad.
Tambahkan es batu untuk bantu suhu udara lebih sejuk.
Jangan tutup rapat ventilasi ruangan, biar sirkulasi udara tetap bagus.
Keringin air cooler setelah pemakaian biar nggak ada lembap tertinggal yang bisa nyebabin jamur.
Perbedaan Air Cooler dan Tower Fan
Banyak yang nyangka air cooler sama kayak tower fan karena bentuknya mirip. Padahal, mekanismenya beda jauh. Tower fan cuma ngatur aliran udara tanpa ngubah suhu, sementara air cooler beneran menurunkan suhu udara lewat proses penguapan air.
Makanya, kalau air cooler kamu udah kotor, efek pendinginannya bisa hilang dan malah terasa kayak kipas biasa. Jadi, rajin bersihin adalah kuncinya biar fungsi pendingin tetap optimal.
Kapan Air Cooler Perlu Diganti
Kalau udah rajin dibersihin tapi anginnya tetap lemah, bau, atau suara mesinnya makin keras, bisa jadi ada kerusakan di motor atau cooling pad-nya udah nggak berfungsi maksimal. Daripada ribet benerin, kadang lebih hemat ganti baru sekalian dengan model yang efisien energi dan punya sistem sirkulasi air tertutup.
Kesimpulan
sumber gambar: coprid via istockphoto.com
Air cooler bisa kasih udara yang segar dan adem asal dirawat dengan benar. Rutin bersihin bagian dalam, ganti air setiap hari, dan keringin perangkat setelah dipakai itu cara paling gampang biar tetap awet dan nyaman digunakan.
Kalau air cooler kamu udah sering dibersihin tapi udaranya tetap kurang segar, mungkin udah saatnya upgrade ke model baru yang lebih canggih. Cek pilihan air cooler terbaik di sini dan rasain bedanya!



