Kenali Jenis Beras di Indonesia dan Cara Memasaknya Biar Nasi Jadi Sempurna

sumber gambar utama: mian condro via istockphoto.com
Beras jadi makanan pokok kebanyakan orang Indonesia, tapi sadar nggak sih kalau nggak semua beras itu sama? Ada yang teksturnya pulen, ada yang pera, bahkan ada yang lebih lengket dari biasanya. Nah, jenis beras ini bukan cuma soal rasa, tapi juga soal cara masaknya. Kalau salah pilih cara masak, hasilnya bisa terlalu lembek atau justru keras.
Kenapa Jenis Beras Penting Dikenali
Setiap beras punya kandungan pati dan kadar air berbeda. Dua hal ini yang bikin nasi bisa pulen, pera, atau lengket. Biasanya, daerah di Indonesia juga punya preferensi masing-masing. Orang Jawa cenderung suka nasi yang lembut dan pulen, sementara di Sumatra atau Sulawesi, nasi pera lebih disukai karena nggak gampang nempel.
Mengetahui karakter beras bisa bantu kamu menyesuaikan waktu masak dan kadar air, biar hasil nasi sesuai selera.
Jenis-Jenis Beras Populer di Indonesia
sumber gambar: ASMR via istockphoto.com
1. Beras Pulen
Beras jenis ini paling umum dikonsumsi di Indonesia. Ciri-cirinya lembut, agak lengket, dan terasa legit saat dimakan. Cocok buat nasi putih sehari-hari atau nasi uduk. Contohnya beras pandan wangi dan rojolele.
2. Beras Pera
Kebalikan dari pulen, beras pera cenderung kering dan butirannya nggak menempel satu sama lain. Biasanya dipakai buat nasi goreng atau hidangan yang perlu butiran nasi terpisah. Contohnya IR42 atau beras mentik wangi.
3. Beras Ketan
Beras ini punya kadar amilosa rendah dan tekstur super lengket setelah dimasak. Cocok buat bikin makanan tradisional seperti lemper, lupis, atau ketan hitam manis.
4. Beras Merah
Warnanya merah karena mengandung antosianin, senyawa alami dengan manfaat antioksidan. Teksturnya agak kasar tapi punya aroma khas dan lebih sehat karena seratnya tinggi.
5. Beras Hitam
Beras ini sering disebut “superfood” karena tinggi protein, zat besi, dan antioksidan. Rasanya agak nutty dan lebih pekat. Biasanya dimasak jadi nasi campur sehat atau bubur beras hitam.
Cara Masak yang Tepat Sesuai Jenis Beras
Biar nasi nggak gagal, penting banget buat menyesuaikan air dan waktu masak.
Beras pulen: perbandingan air 1:1,2.
Beras pera: cukup 1:1 biar nggak lembek.
Beras ketan: perlu direndam dulu sekitar 3–4 jam baru dikukus.
Beras merah dan hitam: butuh waktu masak lebih lama, jadi tambahkan air lebih banyak dan gunakan mode “multigrain” kalau rice cooker kamu punya fitur itu.
Kalau rice cooker kamu sudah dilengkapi mode otomatis sesuai jenis beras, tinggal tekan tombol dan biarkan alatnya menyesuaikan sendiri.
Tips Pilih Beras Berkualitas
Perhatikan warna dan aroma. Hindari beras yang terlalu putih karena bisa jadi sudah melalui proses pemutihan.
Pastikan bebas kutu dan debu. Simpan di wadah tertutup rapat supaya kualitasnya awet.
Sesuaikan kebutuhan. Kalau kamu sering masak cepat, pilih beras pulen yang mudah matang. Kalau lebih suka tekstur nasi kering, pilih pera.
Rice Cooker Modern, Solusi Masak Nasi Sempurna
sumber gambar: undefined undefined via istockphoto.com
Sekarang banyak rice cooker yang bisa menyesuaikan suhu dan waktu masak sesuai jenis beras. Bahkan beberapa model punya sensor kelembapan biar nasi nggak cepat kering. Buat kamu yang suka ganti-ganti jenis beras, fitur ini bakal bantu banget biar hasilnya konsisten.
Misalnya, kamu bisa pakai mode “white rice” untuk beras pulen, “grain” untuk beras merah, dan “quick cook” untuk masakan cepat. Hasilnya, setiap jenis beras bisa matang sempurna tanpa repot ukur air terus-menerus.
Kesimpulan
Jenis beras di Indonesia sangat beragam, dan masing-masing punya keunikan yang patut kamu eksplor. Dengan cara masak yang tepat, kamu bisa menikmati nasi yang enak, wangi, dan pas teksturnya sesuai selera keluarga. Pilih juga rice cooker yang bisa bantu menyesuaikan proses masak biar hasilnya maksimal.
Pilih rice cooker berkualitas yang bisa menyesuaikan mode masak sesuai jenis beras kamu. Cek rekomendasi rice cooker terbaik di sini dan rasakan bedanya setiap suapan!


