Stop Sabun Keras! Kenapa Low pH Cleanser Jadi Kunci Skin Barrier Sehat

sumber gambar: Ron Lach via pexels
Pernah merasa kulit terasa ketarik atau sangat kesat setelah cuci muka? Jika iya, itu bukan tanda kulit super bersih, melainkan sinyal bahaya dari pembersih yang salah! Kebanyakan orang fokus pada busa melimpah, padahal yang terpenting adalah satu hal: pH.
pH Kulit: Keseimbangan Asam yang Sehat
Tingkat keasaman atau pH adalah ukuran yang menentukan seberapa asam atau basa suatu zat. Untuk kulit, pH idealnya ada di rentang sedikit asam, yaitu sekitar 4.5 hingga 5.5. Lapisan pelindung terluar kulit kita—sering disebut skin barrier—memiliki perisai tipis bernama acid mantle.
Acid mantle ini tersusun dari sebum, keringat, dan lipid. Para ahli dermatologi menyebutkan bahwa lingkungan asam ini sangat vital karena berfungsi sebagai lapisan pertahanan pertama (first line of defense), melindungi kulit dari bakteri jahat dan mencegah kehilangan air berlebihan. Ketika acid mantle ini berfungsi optimal, kulit akan terasa lembap, tenang, dan tidak mudah iritasi. Ini adalah kunci memiliki kulit sehat.
Bencana Sabun pH Tinggi (Basa)
sumber gambar: evgenyatamanenko via iStock
Masalah muncul saat kita menggunakan pembersih muka dengan pH terlalu tinggi atau basa (di atas 7), seperti sabun batangan atau pembersih dengan deterjen keras. Penelitian dari International Journal of Cosmetic Science bahkan menunjukkan bahwa produk dengan pH terlalu tinggi dapat mengganggu pH normal dan pelindung kulit.
Pembersih basa memang ampuh menghilangkan kotoran. Namun, efeknya terlalu berlebihan. Ia ikut mengikis dan merusak acid mantle. Dampaknya? Keseimbangan alami kulit terganggu. Kulit jadi mudah kehilangan air (dehidrasi), rentan terhadap kuman penyebab jerawat (karena bakteri seperti P. acnes menyukai lingkungan basa), dan sering bereaksi berlebihan (sensitif, merah, dan gatal). Sensasi ketarik yang dirasakan setelah mencuci muka adalah alarm bahwa pH kulit sedang berantakan.
Kenapa Harus Beralih ke Low pH Cleanser?
Inilah saatnya mencari low pH cleanser atau pembersih muka rendah pH. Produk ini diformulasikan mendekati pH alami kulit (4.5-5.5).
Tujuan low pH cleanser sederhana: membersihkan tanpa merusak skin barrier. Pembersih ini umumnya menggunakan surfaktan yang lebih lembut dan minim busa. Dokter kulit menyarankan memilih gentle cleanser dengan kandungan pelembap seperti Ceramide atau Amino Acid untuk membantu menjaga kelembapan kulit.
Memakai low pH cleanser adalah langkah paling fundamental dalam merawat skin barrier. Produk ini memastikan fondasi rutinitas perawatan kulit tetap kokoh. Jadi, beralih ke pembersih yang tepat bukan sekadar tren, tapi investasi penting demi kulit lembap, tenang, dan bebas dari masalah iritasi. Kenali pH produkmu dan berikan yang terbaik untuk perlindungan kulitmu!





