7 Kesalahan Saat Menyemprot Tanaman yang Harus Kamu Hindari

Ilustrasi penggunaan semprotan tanaman. Foto: Mihajlo Maricic/istockphoto
Menjaga tanaman tetap sehat bukan cuma soal penyiraman dan pemupukan. Penyemprotan cairan pupuk, vitamin, atau pestisida juga penting supaya tanaman tumbuh optimal dan bebas hama.
Tapi, banyak orang yang belum tahu kalau cara penyemprotan yang salah justru bisa merusak daun bahkan menghambat pertumbuhan tanaman. Nah, biar tanamanmu tetap segar dan tumbuh subur, yuk simak kesalahan-kesalahan umum saat menyemprot tanaman berikut ini!
Kesalahan Umum Saat Menyemprot Tanaman
Sering kali, penyemprotan dianggap hal sepele, padahal tekniknya butuh perhatian khusus. Kesalahan kecil seperti waktu penyemprotan atau jarak nozzle bisa berdampak besar pada kesehatan tanaman.
Ilustrasi semprotan tanaman. Foto: pepifoto/istockphoto
Secara umum, berikut beberapa kesalahan yang perlu kamu hindari agar hasil perawatan jadi lebih maksimal:
1. Menyemprot di Siang Hari
Banyak orang berpikir waktu terbaik untuk menyemprot adalah saat matahari terik. Padahal, sinar matahari yang terlalu kuat bisa membuat cairan pupuk atau pestisida menguap sebelum diserap daun. Akibatnya, daun bisa gosong dan rusak. Sebaiknya, lakukan penyemprotan di pagi atau sore hari ketika suhu udara lebih sejuk.
2. Menggunakan Takaran yang Berlebihan
Takaran yang terlalu pekat nggak membuat tanaman cepat subur, justru bisa membuat daun terbakar. Setiap pupuk cair atau pestisida memiliki petunjuk dosis yang harus diikuti.
Selalu baca label kemasan dan gunakan air bersih untuk mencairkannya sesuai anjuran. Ingat, lebih baik rutin menyemprot dengan dosis ringan daripada sekali tapi berlebihan.
3. Menyemprot dari Jarak Terlalu Dekat
Menyemprot dari jarak terlalu dekat bisa menyebabkan tekanan air terlalu kuat mengenai daun dan batang. Hal ini berisiko membuat daun sobek atau tanaman jadi stres. Idealnya, semprot dari jarak sekitar 30–50 cm agar semprotan menyebar merata seperti kabut halus.
4. Tidak Membersihkan Semprotan Setelah Digunakan
Sisa cairan pupuk atau pestisida yang tertinggal dalam semprotan bisa menyebabkan penyumbatan pada nozzle. Selain itu, campuran bahan kimia dari pemakaian sebelumnya bisa bereaksi dan merusak alat.
Setelah selesai digunakan, selalu bilas tangki dan nozzle dengan air bersih agar alat awet dan siap digunakan kembali.
5. Tidak Menyemprot Bagian Bawah Daun
Kebanyakan orang hanya menyemprot bagian atas daun, padahal hama sering bersembunyi di bagian bawah. Supaya efektif, arahkan nozzle ke bagian bawah daun dengan hati-hati. Cara ini membantu cairan menjangkau seluruh area tanaman secara menyeluruh.
6. Menyemprot Tanaman dalam Kondisi Hujan
Menyemprot saat hujan atau setelahnya akan membuat cairan pupuk dan pestisida cepat larut dan terbawa air. Akibatnya, manfaatnya nggak terserap dengan baik oleh tanaman. Tunggu sampai cuaca cerah atau tanah kering sebelum melakukan penyemprotan agar hasilnya optimal.
7. Menggunakan Alat Semprotan yang Tidak Sesuai
Setiap jenis tanaman dan area kebun membutuhkan tipe semprotan yang berbeda. Kalau kamu memakai semprotan kecil untuk area luas, hasilnya bisa kurang merata dan bikin cepat lelah. Pilih alat semprot yang ergonomis, kapasitas besar, dan punya tekanan semprotan stabil supaya pekerjaan lebih efisien.
Salah satu rekomendasi terbaik adalah Deli Tools Sprayer. Desainnya kuat dan praktis dipakai untuk menyemprot pupuk, pestisida, atau air. Selain itu, semprotan ini punya sistem tekanan yang merata, cocok banget buat kamu yang punya banyak tanaman di rumah.
Kalau Kawankuy mau beli produk semprotan tanaman yang praktis dan tahan lama, langsung aja ke KuyBeli. Di sana kamu bisa dapat rekomendasi produk terbaik, tinggal klik, lalu langsung diarahkan ke tokonya.


